15 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Drone Ambil Alih Penyemprotan! Mahasiswa Politeknik Enjinering Kementan Ikut Terjun di Lahan CSR

TANIINDONESIA.COM, Kapuas – Mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mengikuti praktik penyemprotan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) menggunakan drone pertanian di Desa Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyaksikan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penyemprotan lahan berbasis drone. Teknologi ini dinilai lebih efisien dan presisi dibandingkan metode konvensional, terutama dalam aplikasi pestisida dan pupuk cair.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya percepatan modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Menurutnya, transformasi dari sistem tradisional menuju pertanian berbasis teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas nasional.

“Penggunaan teknologi seperti drone mampu menekan biaya operasional, mempercepat pekerjaan, serta meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja petani,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widi Arsanti, menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendukung pertanian modern dan berkelanjutan.

Baca Juga: Seleksi Hybrid Politeknik Enjinering dimulai, Kementan Fokus Cetak SDM Pertanian Berdaya Saing Global

“Pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kompetensi petani dan generasi muda, termasuk mahasiswa vokasi,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, yang menegaskan bahwa pendidikan vokasi perlu selaras dengan perkembangan teknologi di sektor pertanian. Ia menyebut praktik penggunaan drone sebagai implementasi pembelajaran berbasis teaching factory.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk kompetensi teknis dan kesiapan kerja lulusan.

“Penggunaan drone pertanian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan lahan,” ujarnya.

Program CSR ini juga bertujuan mendorong transfer teknologi kepada masyarakat dan generasi muda pertanian. Mahasiswa yang terlibat mengaku antusias karena memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Kapuas serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan praktik lapangan.(*)

Seleksi Ketat Jalur Undangan, Polbangtan Kementan Wawancarai 268 Calon Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM, Magelang — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang melaksanakan tahapan wawancara bagi 268 calon mahasiswa baru jalur undangan yang berasal dari SMK pertanian dan anak petani berprestasi.

Wawancara dilakukan secara daring dari dua lokasi, yakni kampus Kusumanegara Yogyakarta dan kampus Tegalrejo Magelang, pada 7–9 April 2026.

Dari total sekitar 600 pendaftar, sebanyak 282 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Selanjutnya, 280 peserta mengikuti psikotes secara daring, dan 272 orang memilih jadwal wawancara. Dari jumlah tersebut, 268 peserta tercatat mengikuti proses wawancara.

Tahapan wawancara ini menjadi bagian penting dalam seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk memastikan calon mahasiswa memiliki minat, komitmen, dan potensi di sektor pertanian.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong regenerasi petani.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sebagai kebutuhan mendesak bagi masa depan pertanian Indonesia.

“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi ke lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Jalur Undangan PMB Polbangtan YOMA Digelar di RSPAU Hardjolukito

Sementara itu, Wakil Direktur III Polbangtan Yoma, Abu Zaenal Zakariya, menegaskan bahwa proses wawancara digunakan untuk menggali lebih dalam potensi peserta, mulai dari minat, bakat, hingga komitmen mereka terhadap sektor pertanian.

“Wawancara ini penting untuk memastikan calon mahasiswa memiliki kesungguhan dalam mengembangkan pertanian serta mendukung program swasembada pangan,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan di Polbangtan Yoma tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan kejujuran.

Polbangtan Yoma menargetkan lulusan yang mampu menjadi petani modern dan inovatif, serta berkontribusi dalam peningkatan produksi di berbagai subsektor, seperti tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

“Dengan bekal pengetahuan dan karakter yang kuat, lulusan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.(*)

Pemeriksaan Kesehatan Jalur Undangan PMB Polbangtan YOMA Digelar di RSPAU Hardjolukito

TANIINDONESIA.COM, Bantul– Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan bagi calon mahasiswa Jalur Undangan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) telah dilaksanakan pada tanggal 13–15 April 2026 di RSPAU Hardjolukito. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan calon mahasiswa yang diterima memiliki kondisi kesehatan jasmani dan rohani yang baik sebagai syarat utama dalam mengikuti pendidikan vokasi di bidang pertanian.

Sebanyak 144 peserta dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kesehatan, namun yang hadir tercatat sebanyak 129 orang, sementara 15 peserta tidak hadir. Secara umum, ketidakhadiran peserta disebabkan karena bersamaan dengan pelaksanaan ujian akhir sekolah di masing-masing daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur RSPAU Hardjolukito Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S, Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan, Wakil Direktur III, Kepala Kelompok Substansi Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (Kelsi AAKA), panitia PMB Polbangtan, serta orang tua calon mahasiswa yang turut mengantar peserta.

Dalam keterangannya, Direktur RSPAU Hardjolukito Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S menyampaikan komitmennya dalam mendukung proses seleksi kesehatan calon mahasiswa. “Kami memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara profesional dan sesuai standar medis, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar yang akurat dalam menentukan kelayakan peserta,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan juga menegaskan pentingnya tahapan ini dalam proses seleksi mahasiswa baru. “Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan calon mahasiswa siap mengikuti pendidikan vokasi yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Selain itu, peserta tes kesehatan berikutnya dari jalur umum seluruhnya akan melaksanakan pemeriksaan di RSPAU Hardjolukito,” ungkapnya.

Baca Juga: Tanam Serempak Digelar, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

Adapun jenis pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi beberapa aspek utama, yaitu:

**1. Fisik Diagnostik**, meliputi pemeriksaan tinggi dan berat badan, tensi atau nadi, gigi dan mulut, THT, bedah, kulit, penyakit dalam, mata (termasuk buta warna), paru atau thorax, serta neurologi atau saraf.

**2. Laboratorium**, meliputi pemeriksaan darah rutin, urine rutin, narkoba (5–7 parameter), fungsi hati (SGOT/SGPT), fungsi ginjal (ureum dan kreatinin), HBsAg, gula darah sewaktu (GDS), EKG atau rekam jantung, serta pemeriksaan kehamilan bagi peserta perempuan.

**3. Rohani/Jasmani**, meliputi tes kejiwaan menggunakan MMPI-2 Dewasa yang dilanjutkan dengan wawancara kejiwaan, serta tes kebugaran.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh oleh tim medis profesional guna memastikan setiap calon mahasiswa memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi, mengingat tuntutan fisik dan mental dalam pendidikan serta praktik di bidang pertanian yang cukup tinggi.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menyiapkan SDM pertanian yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan tangguh. “Pembangunan pertanian membutuhkan generasi muda yang kuat secara fisik dan mental. Oleh karena itu, proses seleksi seperti pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas SDM pertanian ke depan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa kualitas lulusan Polbangtan sangat ditentukan sejak proses seleksi awal. “Kami berkomitmen mencetak SDM pertanian yang profesional, berdaya saing, dan siap terjun langsung ke lapangan. Kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan pendidikan vokasi pertanian,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Polbangtan Yoma dapat memperoleh calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat dan siap menjalani proses pendidikan serta berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian ke depan.(*)

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, BRI Branch Office (BO) Gatot Subroto menggelar kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan makanan kepada masyarakat sekitar wilayah Kantor BRI BO Gatot Subroto.

Kali ini BRI BO Gatot Subroto menyalurkan 100 nasi boks program Jumat Berkah ke Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Mizan Amanah Pejompongan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial rutin yang dilaksanakan oleh BRI BO Gatot Subroto sebagai bentuk kepedulian, sekaligus mempererat hubungan antara BRI BO Gatot Subroto dengan masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaannya, para Pekerja BRI BO Gatot Subroto turut terlibat langsung dalam proses pembagian makanan kepada penghuni panti. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BRI terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di antara insan BRILian,” ujar Branch Office Head (BOH) BRI BO Gatot Subroto, Pamadi Purno Widodo

Pamadi menambahkan, suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Penghuni Panti Asuhan penerima bantuan pun menyampaikan apresiasi positif atas perhatian yang diberikan oleh BRI BO Gatot Subroto.

Melalui kegiatan semacam ini, BRI terus menunjukkan komitmennya untuk hadir memberikan makna bagi negeri, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membantu masyarakat dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

"Semoga dengan adanya Program Jumat Berkah ini bisa memberikan manfaat bagi penerima," tutupnya.(*)

Tanam Serempak Digelar, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

TANIINDONESIA.COM, Kalimantan Selatan – Kementerian Pertanian telah melaksanakan Gerakan Tanam Serempak di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dipusatkan di Desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang mewakili Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, didampingi Sekretaris Badan, Zuroqi Mubarok, serta Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli, dan dilaksanakan serentak di 17 provinsi sebagai bagian dari percepatan tanam nasional.

Gerakan ini merupakan langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan cetak sawah rakyat guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi berkelanjutan. Selain itu, percepatan tanam juga menjadi strategi antisipasi terhadap dampak iklim, termasuk potensi El Nino, yang dapat memengaruhi produksi pangan.

Pada pelaksanaan hari ini, realisasi tanam mencapai sekitar 10.873.87 hektare dari target 10.000 hektare yang telah ditetapkan dan tersebar di berbagai wilayah pengembangan CSR.

Secara keseluruhan, program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 dilaksanakan di 20 provinsi sebagai bagian dari upaya perluasan lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung swasembada padi berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pelaksanaan tanam serempak ini menjadi langkah konkret dalam menjaga momentum produksi nasional di tengah tantangan iklim.

“Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional aman,” tegasnya.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, hingga penyuluh pertanian dan petani di seluruh lokasi pelaksanaan.

Baca Juga: Seleksi Kesehatan Calon Mahasiswa 2026, Polbangtan Kementan Gandeng RSPAU Hardjolukito

Turut hadir gubernur, bupati/wali kota, serta jajaran dinas pertanian setempat sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan tanam di wilayahnya.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pengawalan di lapangan menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan tanam serempak.

“Target kita bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut benar-benar tertanami. Dari total sekitar 54 ribu hektare lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang sudah terolah bersama pemerintah daerah, seluruhnya harus segera ditanami agar dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi pangan nasional. Percepatan tanam harus terus dijaga dan tidak berhenti di hari ini, dengan capaian minimal 1.000 hektare per hari agar kita tidak kehilangan momentum, sehingga dalam waktu dekat seluruh lahan CSR dapat tertanam. Kunci di lapangan adalah pengawalan penyuluh dan kesiapan petani untuk langsung menanam tanpa menunggu kondisi sempurna, sementara kendala teknis diselesaikan secara paralel,” ujarnya.

Gerakan tanam serempak ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda, khususnya Brigade Pangan, dalam proses tanam.

Berikut sebaran realisasi tanam di lokasi CSR pada pelaksanaan hari ini:
* Kalimantan Tengah: 4.105.63 ha
* Sumatera Selatan: 2.062.72 ha
* Kalimantan Selatan: 2.197.60 ha
* Papua Selatan: 816 ha
* Bengkulu: 10 ha
* Sulawesi Selatan: 112.5 ha
* Sulawesi Tenggara: 343,25 ha
* Sulawesi Tengah: 457.33 ha
* Kalimantan Barat: 379.59 ha
* Riau: 51 ha
* Jambi: 52.50 ha
* Kalimantan Timur: 97 ha
* Kalimantan Utara : 35.00
* Papua: 5 ha
* Nusa Tenggara Timur: 72 ha
* Sulawesi Barat: 13 ha
* Gorontalo: 63.75 ha

Melalui pelaksanaan tanam serempak ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemanfaatan lahan produktif baru, meningkatkan produksi nasional, serta menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.(*)

Seleksi Hybrid Politeknik Enjinering dimulai, Kementan Fokus Cetak SDM Pertanian Berdaya Saing Global

TANIINDONESIA.COM, Tanggerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) melaksanakan tes wawancara bagi calon mahasiswa baru gelombang pertama jalur undangan pada Selasa–Rabu, 8–9 April 2026. Sebanyak 109 peserta mengikuti tahapan ini setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, didominasi anak petani dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) binaan. Hal ini mencerminkan komitmen Kementerian Pertanian dalam mendorong regenerasi petani melalui jalur pendidikan vokasi.

Tes wawancara menjadi tahap krusial dalam proses seleksi. Selain menilai aspek akademik, panitia juga menggali motivasi, komitmen, kompetensi, serta kesiapan fisik dan mental peserta untuk menempuh pendidikan di bidang pertanian. Seleksi dilakukan secara hybrid, yakni melalui tatap muka langsung dan daring menggunakan Zoom, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi dan objektivitas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan PEPI memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul dan berdaya saing global.

“Polbangtan dan PEPI adalah masa depan pertanian Indonesia. Dari sinilah akan lahir generasi petani modern yang mampu bersaing dengan negara lain,” tegas Amran.

Baca Juga: Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Pelatihan Drone Pertanian

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti, menekankan pentingnya pendidikan vokasi sebagai solusi dalam menjawab kebutuhan SDM pertanian yang kompeten.

“Pendidikan vokasi tidak hanya membekali kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter. Karakter yang kuat akan melahirkan individu yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menambahkan bahwa proses seleksi juga menitikberatkan pada aspek integritas, kedisiplinan, dan semangat juang peserta.

“Seleksi ini tidak hanya mengukur kecerdasan, tetapi juga karakter, komitmen, serta kesiapan fisik calon mahasiswa,” jelasnya.

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa tahapan wawancara dan tes fisik merupakan bagian penting untuk memastikan peserta memiliki minat dan dedikasi tinggi di sektor pertanian.

“Melalui seleksi yang ketat, kami ingin menjaring kandidat terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi tantangan pertanian modern,” katanya.

Melalui rangkaian seleksi ini, PEPI menegaskan komitmennya dalam mencetak SDM pertanian unggul yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian nasional. Dukungan penuh Kementerian Pertanian diharapkan dapat melahirkan inovator muda yang siap membawa pertanian Indonesia menuju kemajuan dan kemandirian.(*)

BRI BO Menara BRILiaN Gencarkan Penggunaan EDC ke Merchant

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - BRI BO Menara BRILiaN terus gencarkan penggunaan mesin EDC ke merchant.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk pengenalan serta penetrasi penggunaan mesin EDC BRI oleh Merchant kepada customer /nasabah.

Sekaligus juga kunjungan untuk bagaimana memaksimalkan penggunaan Mesin EDC tersebut.

Pimpinan BRI BO Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita mengatakan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan merchant bisa semakin memahami tentang penggunaan mesin EDC BRI. Dan para pengguna atau nasabah bisa menikmati kemudahan serta keuntungan dari beragam promo dari BRI.

"Dengan adanya penggunaan mesin EDC BRI ini tentunya bisa memudahkan dan menguntungkan nasabah yaitu merchant ataupun konsumen," tegasnya.

Penggunaan menggunakan mesin EDC juga memudahkan konsumen maupun merchant dalam transaksi jual beli. Konsumen bisa membayar dengan harga yang pasti sesuai nominal dan merchant juga menerima pembayaran dengan pas tanpa khawatir selisih.

Seperti kita ketahui, BRI banyak memiliki produk dan program unggulan. Tak hanya penggunaan mesin EDC BRI, ada juga aplikasi BRImo yang tentunya sangat memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan dalam satu genggaman.

"Nasabah atau konsumen BRI bisa menikmati beragam program dan produk unggulan kami," tutupnya.(*)

Seleksi Kesehatan Calon Mahasiswa 2026, Polbangtan Kementan Gandeng RSPAU Hardjolukito

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma), salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian, memperkuat proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 melalui kerja sama strategis dengan RSPAU dr. S. Hardjolukito sebagai lokasi pelaksanaan tes kesehatan, psikologi, dan kebugaran.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kampus Polbangtan Yoma, Jalan Kusumanegara No.2, Yogyakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, bersama Direktur RSPAU Hardjolukito, Margono Gatot S pada Senin, 6 April 2026.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental yang prima. Proses seleksi akan mengacu pada standar pemeriksaan nasional yang komprehensif.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, pembinaan karakter, disiplin, dan kesiapan mental perlu ditanamkan sejak dini.

“Di dalam sektor pertanian perlu diisi oleh SDM yang berkualitas. Anak-anak harus disiapkan sejak awal dengan disiplin dan semangat untuk meraih masa depan,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya regenerasi petani unggul dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kebutuhan pangan terus meningkat, sehingga diperlukan SDM pertanian yang sehat, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menyampaikan optimisme bahwa kerja sama ini akan menghasilkan proses seleksi yang lebih berkualitas. Ia menjelaskan bahwa rangkaian pemeriksaan meliputi tes fisik diagnostik, laboratorium, elektrokardiogram (EKG), kesehatan jiwa, serta uji kebugaran.

Baca Juga: Gaspol, Pasca Idul Fitri Penyuluh Pertanian Jawa Tengah Tingkatkan Kinerja

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa calon mahasiswa yang diterima benar-benar siap secara fisik dan mental untuk mengikuti pendidikan vokasi pertanian,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya Polbangtan Yoma telah bekerja sama dengan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dalam pembinaan karakter mahasiswa, sehingga sinergi dengan RSPAU menjadi kelanjutan dalam penguatan kualitas input mahasiswa.

Sementara itu, Direktur RSPAU Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung proses seleksi secara profesional.

“Kami berkomitmen melaksanakan seluruh tahapan pemeriksaan dengan penuh dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab, guna memastikan hasil seleksi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Selain mendukung seleksi mahasiswa baru, RSPAU Hardjolukito juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Melalui sinergi ini, Polbangtan Yoma optimistis dapat mencetak generasi muda pertanian yang unggul, sehat, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.(*)

Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Pelatihan Drone Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan drone pertanian bagi mahasiswa pada 2–3 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan program strategis Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi digital.

Pelatihan dilaksanakan secara komprehensif melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan teknologi unmanned aerial vehicle (UAV) pertanian, regulasi ruang udara, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), mitigasi paparan bahan kimia, serta pemahaman komponen dan sistem propulsi drone.

Pada sesi praktik, peserta dibekali keterampilan teknis seperti manajemen baterai lithium polymer (Li-Po), kalibrasi instrumen, prosedur pengoperasian drone, serta penanganan kondisi darurat.

Selain itu, mahasiswa juga dilatih dalam penyusunan perencanaan misi penerbangan, pembuatan peta lahan, serta pengoperasian sistem autopilot dan telemetri untuk pemantauan secara real-time.

Kegiatan ini dipandu oleh instruktur profesional dari Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BBPM Mektan). Materi yang disampaikan mencakup pemetaan digital, teknik penerbangan, hingga pengolahan data menjadi peta digital menggunakan aplikasi DroneDeploy. Peserta juga mendapatkan wawasan terkait pemanfaatan drone dalam kegiatan penyuluhan, seperti pemantauan serangan organisme pengganggu tanaman dan pendataan kondisi lahan.

Baca Juga: Di Hadapan Saudagar Bugis Makassar, Mentan Amran Tegaskan Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian modern.

“Kami berupaya membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam mengoperasikan teknologi pertanian modern, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian,” ujarnya.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya percepatan modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan digitalisasi. Penguatan sistem data pertanian berbasis teknologi juga menjadi fokus utama dalam mendukung pengambilan kebijakan yang cepat dan akurat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, turut menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM pertanian merupakan kunci dalam mendorong transformasi pertanian yang modern dan berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi digital, termasuk drone, dinilai mampu meningkatkan efektivitas kerja serta mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.

Ke depan, PEPI berkomitmen untuk terus mengembangkan pelatihan serupa dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa. Dengan penguasaan teknologi yang semakin baik, lulusan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertanian presisi dalam mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.(*)

BRI BO Pancoran Salurkan Bingkisan Ramadan 1447 Hijriah

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - BRI Branch Office (BO) Pancoran terus memberikan kepedulian di Ramadan 1447 Hijriah. Salah satu bentuknya dengan memberikan bingkisan ramadan. Jelang lebaran, BRI Pancoran menyalurkan bingkisan untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Kali ini penyaluran bingkisan ramadan 1447 Hijirah dilakukan oleh Manager Operasional BRI BO Pancoran, Desiyanto Wicaksono. Adapun bingkisan ramadan diberikan ke panti asuhan, duafa serta masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar kantor BRI BO Pancoran.

Pimpinan BRI BO Pancoran, Ainul Wardi menjelaskan, pihaknya menyalurkan paket sembako di Ramadan untuk persiapan lebaran. Biasanya masyarakat membutuhkan sembako. Oleh karena itu BRI BO Pancoran menyalurkan paket sembako kepada yang membutuhkan.

"Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat sesuai kebutuhan," ujarnya Ainul.

Ainul menambahkan, tak hanya di Ramadan saja, BRI BO Pancoran juga selalu berupaya menyalurkan berbagai bantuan sesuai dengan kebutuhan di lingkungan. Ada untuk kesehatan, pendidikan, sosial, keagamaan dan lainnya.

"Kami mencoba memberikan yang terbaik untuk lingkungan sekitar sesuai dengan apa yang dibutuhkan," tegasnya.

Seperti kita ketahui, BRI memiliki aneka produk dan program unggulan yang jelas menguntungkan nasabahnya. Beragam kemudahan serta benefit terbaik selalu diberikan. Pelayanan prima juga tak pernah luput diberikan oleh BRI kepada seluruh nasabah dan masyarakat.

"Ayo jadi nasabah BRI, bisa ikut program berhadiah hingga bisa menikmati beragam promo menarik," tutupnya.(*)